Wednesday, 24 June 2009
Proposal Perpisahan SD
SUSUNAN PANITIA
PERPISAHAN DAN PELEPASAN KELAS VI
TAHUN PELAJARAN 2008-2009
Pelindung : Kepala Sekolah
Ketua : Supranogi
Bendahara : Nengsih
Sekretaris : Slamet Riyanto
Seksi-Seksi :
1. Humas : Tiur Lina S.
2. Rohani : Abdul Mufid
3. Konsumsi : - Widiyarti
- Khasanah
- Kokom Komariah
4. Acara : Siti Nurbaya
Yuli Purnawati
5. Documentasi : Nurdin
6. Perlengkapan : Kasino
7. Keamanan/Kebersihan : Julius Agustinus
Ketua
Supranogi
NIP. 131799672
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam rangka penutupan tahun pelajaran bagi siswa-siswi kelas VI SDN Cengkareng Barat 19 Pagi akan melaksanakan suatu acara yaitu acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi kelas VI.
A. Latar Belakang
Siswa-siswi kelas VI sudah bersekolah di SDN Cengkareng Barat 19 Pagi selama 6 tahun, sejak masa itu banyak hal yang didapat baik suka maupun duka, serta proses pembelajaran secara fisik maupun mental dan tidak lupa yang terpenting adalah pembekalan yang mendasar yaitu keimanan dan ketaqwaan.
Semoga yang didapat di SDN Cengkareng Barat 19 PG. dapat berguna bagi dirinya sendiri, Agama, Orang Tua serta Bangsa dan Negara. Dan untuk meneruskan ke sekolah yang lebih tinggi.
B. Tujuan
Acara ini juga betujuan untuk menyerahkan anak bagi pihak sekolah kepada orang tua siswa masing-masing, karena pihak sekolah hanya sampai kelas VI memikul tanggung jawab bagi anak-anak mereka dan kini tanggung jawab tersebut diserahkan kembali kepada orang tua.
Bagi siswa-siswi acara perpisahan sangatlah penting artinya, karena disitulah merupakan momen yang selalu dikenang hingga dewasa kelak. Pelepasan artinya adalah pihak sekolah melepas siswa-siswinya untuk mencari sekolah dijenjang yang lebih tinggi dan tidak lagi diantar oleh pihak SDN Cengkareng Barat 19 PG. tidak seperti di tahun-tahun yang lalu.
BAB II
PROGRAM KEGIATAN, SUSUNAN PANITIA DAN PENDANAAN
A. Program Kegiatan
Dalam acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi kelas VI akan ditampilkan semeriah mungkin. Semua kelas dari kelas I sampai kelas VI akan menyumbang acara dan juga sebagai ajang unjuk kreatifitas baik kelompok maupun perorangan. Kreatifitas tersebut antara lain berupa tarian, nyanyian, dan lain-lain.
Lokasi dan tempat acara terletak di lapangan sekolah dengan menggunakan plampang dan panggung serta soundsistem dan dekorasinya.
Acara tersebut akan dihadiri oleh Siswa-siswi Kelas VI beserta orang tuanya masing-masing, Guru-guru, Komite Sekolah beserta jajarannya dan para undangan.
B. Susunan Panitia
Terlampir
C. Pendanaan
1. Dana yang diperlukan
a. Sewa Tenda ( 4x8 ) 500.000
b. Sond sistim dan orgen tunggal 500.000
c. Jasa Listrik 150.000
d. Dokumentasi 250.000
e. Dekorasi 300.000
f. Konsumsi ( 150 x 5.000 ) 750.000
g. Surat-surat 100.000
h. Lain-lain 300.000
I. Kostum 750.000
Jumlah 3.600.000
2. Sumber Dana
a. Dari Dana Pemerintah DKI Jakarta
b. Sumbangan yang tidak mengikat
BAB III
PENUTUP
Akhir kata semoga program kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada hambatan serta dapat berguna dan kegembiraan bagi kita semua.
Penyusunan program ini didasarkan atas hasil musyawarah antara sekolah dan orang tua siswa.
Jakarta, 10 Juni 2009
Sekretaris
K e t u a
Supranogi Slamet Riyanto
Nip. 131799672
Mengetahui/Menyetujui
Iin Maryani
NIP. 470036581
Wednesday, 20 May 2009
Konversi PDF ke File Office
Seperti yang sudah banyak kita ketahui, jikan ingin meng-konversi berbagai dokumen ke PDF sudah banyak software gratis yang bisa dimanfaatkan, seperti PDF Converter, Cute PDF Converter, menggunakan aplikasi Open Office dan lainnya. Tetapi bagaimana halnya dengan konversi dari PDF ke dokumen atau Word ?
Berikut software-software gratis yang dapat digunakan untuk konversi PDF ke dokumen, seperti doc, rtf atau text termasuk juga layanan online gratis yang bisa dimanfaaatkan.
1. Free PDF to Word Doc Converter
Program ini akan mengkonversi PDF ke Word (doc), termasuk text, images, shapes dan berusaha mempertahankan layout-nya. Beberapa fiturnya antara lain :
- Extract text labels, graphics, shapes
- Mempertahankan layout (posisi) data dari PDF
- Pilihan Konversi semua halaman atau beberapa saja
- Mendukung format Adobe PDF 1.0 - 1.6 formats.
- Opsi tambahan lainnya
Alamat Lainnya :
http://www.hellopdf.com/download.php
http://www.yaodownload.net/hellopdf/pdf2wordsetup.exe (1.07 MB)
2. Ease Pdf to Text Extractor - free
Kalau program ini di buat khusus untuk meng-extract ( mengambil) text dari dokumen PDF, dan tidak memerlukan adanya Adobe Acrobat. Aplikasi ini bisa dijalankan di Win95/98/ME/NT/2000/XP/2003/Vista.
Download Ease Pdf to Text Extractor (1 MB)
3. Free PDF to Word Converter
Program yang hanya berukuran sekitar 585 KB ini mampu mengkonversi PDF ke word termasuk text, gambar dan konten lainnya, juga akan berusaha mempertahankan posisi (layout) konten-nya. Berikut beberapa fiturnya :
- Batch Conversion (konversi multiple dokumen)
- Mempertahankan layout aslinya
- Tidak memerlukan Adobe Acrobat atau Acrobat reader.
- Bisa mengkonversi dari dokumen yang terenkripsi atau terpassword, asal mempunyai passwordnya.
- Konversi keseluruhan dokumen atau sebagian
- KOnversi ke word (doc) atau RTF
Aplikasi ini bisa berjalan di Windows NT/2000/XP/2003/Vista.
Informasi selengkapnya atau Download Free PDF to Word Converter (585 KB)
4. Some PDF to Word Converter
seperti namanya software kecil ini berfungsi untuk mengkonversi PDF ke dokumen Microsoft Word. Beberapa fiturnya adalah :
- Tidak memerlukan program dari Adobe
- Mempertahankan akurasi text, tabel grafik dan layout
- Mendukung Protokol PDF1.6
- Batch conversion ( konversi multiple dokumen)
- Otomatis menampilkan link halaman yang dihasilkan
- Bisa konversi halaman tertentu saja
- Support PDF yang di enkripsi, menghapus grafik dan lainnya.
Sistem yang dipelukan Windows NT/2000/XP/2003/Vista, Internet Explorer v4.1 atau yang lebih tinggi, 64 MB RAM or more, 5 MB free disk space dan resolusi layar minimal 800*600
Informasi selengkapnya atau langsung Download Some PDF to Word Converter ( 784 KB)
ONLINE CONVERTER
1.http://www.freepdfconvert.com
Layanan online ini khusus untuk mengkonversi PDF dan hasilnya bisa dipilih dalam format doc, xls atau rtf. Selain mampu mengkonversi dari file yang kita upload, juga mampu mengkonversi PDF dari alamat URL (Link) yang diberikan.
Hasil dapat dikirimkan ke email atau langsung di download (akan dihapus dalam waktu 24 jam).
Dengan zamzar, kita tinggal mengupload dokumen melalui halaman awal dan hasil konversi akan dikirimkan ke email yang harus diisikan sebelum di konversi. Zamzar mendukung konversi berbagai format, mencakup Documen, Image , Audio, Video, Compressed formats (Archive) dan juga format CAD
Selain mampu mengkonversi berbagai format dokumen termasuk PDF, media converter juga mampu mengkonversi format lainnya, seperti Archive, Movie, Image, Sound serta ringtones. Berbeda dengan Zamzar, Media-convert akan memberikan hasil konversi langsung, yang bias di download. Dan link tersebut akan dihapus setelah 24 jam.
PDFUndo memberikan layanan online free untuk mengkonversi PDF ke word, tidak memerlukan email atau registrasi. Kita tinggal upload dokumen PDF dan jika konversi telah selesai kita bisa download hasilnya.
Untuk mengkonversi berbagai dokumen ke PDF, bisa membaca artikel Membuat dokumen PDF gratis dan mudah (ebsoft.web.id)
Thursday, 14 May 2009
Konversi Doc Office ke PDF
CARA KONVERSI DOKUMEN (doc, ppt, xls) KE FORMAT PDF
Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba konversi file-file word, excel atau powerpoint ke PDF, berikut sekedar petunjuk yang mungkin akan bermanfaat. Dalam contoh ini akan diperagakan bagaimana mengubah file Word (*.doc atau *.docx) menjadi file PDF (*.pdf).Petunjuk dalam format pdf dapat download disini How to Install dapat di download di sini
Berikut peragaan cara konversi dokumen ke pdf.
1. Buka salah satu dokumen Word dari komputer Anda.



panduan tersedia dalam format pdf dapat download di sini Download Manual Instalasi

Mudah bukan? panduan lengkap berformat pdf dapat di download disini How to Install dapat didownload disini

Semoga bermanfaat dan selamat bekerja.
Salam,
Thursday, 15 January 2009
METODE BELAJAR FISIKA yang MENARIK dan MENYENANGKAN
Bagaimana caranya agar siswa mau mencoba masuk lebih dalam dan manikmati fisika seperti pad lochnees coaster, kita harus mengubah persepsi siswa, bahwa fisika itu bukanlah momok yang menakutkan. Kemudian kita dorong siswa untuk mencoba dan mencoba lagi hingga siswa itu ketagihan pada fisika.
Bagaimana Mengubah Persepsi Siswa itu?
Banyak cara untuk mengubah persepsi negatif tentang fisika ini. Diantaranya adalah dengan mentempurnakan proses belajar mengajar. Aada empat hal sehubungan denagn mengoptimalkan teknik megajar : (1) menghubungkan fisika dengan kegiatan yang menyenangkan; (2) mengajak anak-anak untuk berfikir kreatif; (3) mengurangi/menghilangkan penghafalan rumus, serta (4) memanfaatkan berbagai alat peraga dan multimedia.
(1) Menghubungkan fisika dengan kegiatan yang menyenangkan.
Siswa senang balet, akan merasa senang jika kita bisa membahas bagaimana fisika menjelaskan proses keseimbangan berdiri di atas satu kaki "one pointe" atau bagaiaman dengan perubahan momentum sudut kita dapat merubah kecepatan putar, saat kita melakukan putaran ke kanan dengan satu kaki ke atas.
Dapat dibayangkan betapa antusiasnya siswa laki-laki jika kita membahas sepak bola ditinjau dari fisika, misalnya bagaimana inpuls dari kaki membuat bola terlontar, bagaimana agar tendangan kita mencapai jarak sejauh mungkin, dan bagaimana agar kita bisa menendang bola sehingga bisa berotasi dan mempunyai lintasan seperti tendangan pisangnya Pele atau Beckham.
Saya pikir siswa SMU akan suka sekali diajak ke taman hiburan anak seperti Dunia Fantasi. Dalam taman hiburan ini kita mempunyai kesempatan emas untuk menjelaskan berbagai konsep matematika seperti; gerak, gaya, hukum kekekalan energi, hukum kekekalan momentum, perubahan potensial menjadi energi gerak, momentum sudut, gerak melingkar, hukum newton dan sebagainya. Disini mereka akan mengetahui bagaimana konsep gaya sentrifugal itu dan bagaimana inersia dapat menimbulkan rasa mual dan ras aneh ketika naik kora-kora (The Swing) atau naik Roller coaster. Siswa betul-betul menikmati fisika.
Bagi mereka yang sering mengalami kamcetan jalan akan tertarik sekali untuk menganalisis bagaimana mengetahui penyebab kemacetan ini dan bagaimana cara mengatasi kemacetan secara fisika. Satu fisikawan pernah mengatakan bahwa kemacetan itu seperti gelombang yang merambat. Alangkah menariknya jika guru dapat mengupas masalah ini.
Bagaimana kita bisa dapat topi-topik seperti itu?
Dengan teknologi informasi yang sudah berkembang luar biasa, kita dapat dengan mudah mencari bahan-bahan yang kita perlukan. Banyak situs-situs bagus yang membahas tentang masalah fisika misalnya : http://www.howstuffworks.com; http://scienceworld.wolfram.com/physics; http://www.physlink.com; http://web.mit.edu/redingtn/www./netadv/ii.html. Atau kita bisa menggunakan "search engine" untuk mencari topik yang kita inginkan. jika kita ketika"physics of soccer" pada suatu "search engine" kita akan mendapat banyak sekali artikel menarik tentang sepak bola ini misalnya: http://www.oceansiderevolution.com/EINSTEIN.HTML;
(2) Mengajak anak utnuk berpikir kreatif.
Pelajaran ini menjadi menarik jika siswa diajak berpikir bebas. Siswa SMU yang mempunayi energi berlebih ini akan dapat menyalurkan energi dan kreativitasnya untuk menjawab pertanyaa-pertanyaan menantang dengan menggunak konsep fisika yang sudah dipelajari.
Misalnya pertanyaan berikut: Bagaimana kamu bergerak di atas es yang sangat licin?
Jawaban yang diperoleh dari internet adalah sebagai berikut :
- putar tangan di atas kepala, maka tubuhmu akan ikut berputar.
- lemparkan sepatumu ke depan, maka kamu akan bergerak ke belakang.
- ambil nafas dengan muka ke atas dan keluarkan nafas dengan muka ke depan. anda akan terdorong ke belakang.
- lompat secara vertikal berulang-ulang, gaya koriolis akan menggerakkanmu ke arah mendatar.
- "berenang" di udara dengan menggunakan tangan dan kaki.
- tunggu sampai kamu ditabrak oleh burung atau binatang lain.
- tunggu sampai ada gempabumi
- bersin dengan keras.
Salah satu penyebab yang membuat siswa sebal dengan fisika adalah banyaknya rumus yang harus dihafal dan tidak tahunya cara memasukan besaran yang diketahui ke dalam rumus-rumus itu. Sebab yang lain adalah berhubungan dengan matematika (proses aljabar) yang kadang-kadang membuat siswa prustasi karena berulang-ulang melakukan kesalahan.
Apakah benar rumus fisika sedemikian banyaknya? Ketika kita melakukan analisis ternyata rumus fisika tidak sebanyak yang kita bayangkan. Pada mekanika kita hanya memerlukan rumus dasar untuk gerak: rumus gaya, rumus momentum, rumus usaha/energi dan rumus-rumus momentum sudut. Rumus-rumus lain dapat diturunkan dari rumus-rumus dasar ini.
Rumus dasar inipun tidak sulit. Semua dapat diturunkan dari defenisi dan dari eksperimen. Dengan mengerti darimana rumus-rumus ini berasal, kita dapat menyelesaikan soal dengan lebih mudah.
(4) Memanfaatkan berbagai alat peraga dan multimedia.
Dalam belajar fisika, alat peraga adalah kebutuhan utama. Kadang-kadang kita membayangkan bagaimana telur bisa masuk ke dalam botol hanya dengan mengurangi tekanan udara dalam botol. Sukar membayangkan bagaimana gerakan pesawat ulang alik sebelum mendarat ke bumi. Sukar membayangkan bagaimana terjadinya efek doppler.
Kesukaran visualisasi ini akan banyak terobati dengan menggunakan berbagi alat peraga dari mulai yang sederhana hingga yang paling canggih.
Banyak orang mudah menyerah, tidak mau menggunakan alat peraga dengan alasan harga alat peraga mahal-mahal. Namun, sesungguhnya tidak demikian. Alat peraga fisika dapat ditemukan di sekitar kita dan sangat sederhana. Untuk menjelaskan hukum newton pertama, cukup gunakan kartu nama, gelas, dan koin. Letakkan koin di atas di atas kartu nama di atas gelas, sentil kartu nama, koin akan terjatuh ke dalam gelas, tidak ikut brgerak bersama kartu nama. Itulah inersia! Untuk menjelaskan getaran kita dapat menggunakan sebuah gitar. Untuk menjelaskan perubahan energi pegas menjadi energi gerak, gunakan sebuah pulpen berpegas.
Demikian pembahasan ini semoga dapat berguna bagi guru-guru, dan jika ingin meningkat yang lebih jauh lagi, sekarang ini sudah banyak software dibuat untuk membantu memvisualisasikan fisika.
Thursday, 8 January 2009
PENILAIAN KINERJA GURU DAN KEPALA SEKOLAH
Saturday, 27 December 2008
SERAT OPTIK
- Single mode: serap optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang cahaya sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
- Multi mode step index : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat leser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.
- Multi Mode grade index: serat optik dengan diameter core yang besar dan mempuyai caldding yang bertingkat indeks biasnya sehingga dapat menambah bandwidth jika dibandingkan dengan jenis multi mode step indeks.
Total Internal Reflection
Ketika cahaya dilewatkan dari sebuah medium dengan indeks bias m, ke medium yang lain denagn indeks bias yang lebih rendah m2, dibelokkan menjauhi garis.
Pada sudut yang lain (sudut kritis), cahaya yang dibiaskan tidak akan menuju m2, melainkan akan diteruskan sepanjang permukaan antara kedua median (sinus[sudut kritis] = n2/n1 di mana n1 dan n2 adalah indeks bias [n1 lebih besar n2]. Jika berkas cahaya yang dibiaskan akan dipantulkan seluruhnya kembali melalui m1 (totalinternal reflection), meskipun melalui m2 mungkin menjadi transparan.
Dalam fisika, sudut kritis merupakan garis normal. Dalam serat optik, sudut kritis merupakan garis paralll yang melwati bagian tengah serat. Dengan demikian sudut kritis serat optik = (90 derajat-sudut kritis fisika).
Dalam serat optik, cahaya dilewatkan melalui core (m1, indeks bias tinggi) dengan pantulan secara konstan dari cladding (m2,indeks bias lebih rendah) karena sudut cahaya salalu lebih besar daripada sudut kritis. Cahaya memantul dari cladding meskipun sudut serat dibelokkan atau bahkan membentuk lingkaran.
Karena cladding tidak mengabsorbsi sedikitpun cahaya dari core, gelombang cahaya dapat diteruskan sampai jauh. Namun beberapa sinyal cahaya mengalami degradasi dengan serat, biasanya karena kotoran dalam kaca. Tingkat degradasi sinyal biasanya tergantung pada kemurnian gelas dan panjang gelombang yang ditransmisikan cahaya (sebagai contoh, 850nm = 60-75 persen/km; 1.300nm = 50-60 persen/km; 1.550nm = lebih besar daripada 50 persen/km). Beberapa serat optik premium menunjukan penurunan degradasi sinyal - kurang dari 10 persen/km pada 1.550nm.
Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, jumlah keslahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.
Competency in English
- Lack of grammar understanding and its application,
- Insensitiveness of teachers to adjust teachng material, or modify it based on the needs and background of the students,
- Abundant number of students in one class in almost all national school, and
- Lack of reading habit among the students.
Lack of grammar understanding and its application
During her eight years of teaching junior and senior high school students English subyect privately and classically, which has given her a change to observe what her dtudents' problems in English are, the write sees that most of her students face difficulties in understanding English grammar, which in this case lies in (school) teacher's inability to involve students in comprehending the rules step bu step. Most of English teachers see grammar teaching at school as one way communication in which they genarally just inform the rules of grammar in English to students, and in turn expect students to take in those rules just like that. In other words, teachers still play a role as a'feeder' instead of a facilitator when they teach English. As a resukt, students are often stuck in confusion in their English learning.
Obviously, it is not easy to put in rules of oppositely different language to the mind of students who are not accustomed to speak, read, listen, and write in the language, and to familiarize them smoothly to it, especially when the teachers mostly always expect their students to produce correctutterance or writing in classroom, while at the same time most students are afraid and ashamed to make mistakes in front of their friends. No wonder all these thinngs make most students anxious and worry to interact and explore the language. Unfortunatelym instead of dealing with this anxiety and worry in the first place, our teachers generally tend to blame it to students' disability to understand the rules of the target language easily and quickly; sreating a gap between the students and the language. Hance, why don't teachers try to bridge this gap first by considering students' background knowledge and schemata, identified by Patricia Carrel and Joan Carson (1983, p. 556) in Joy M. Reid (1993) as the following, previously acquired knowledge is called ... background knowledge, and the previously acquired background knowledge structures are called schemata" (p. 62), which in this case is students' background knowledge of Bahasa Indonesia as their native or second language ?
In teaching her students English, first of all, the wruter is used to comparing the grammar in Bahasa Indonesia, and thr grammar in English, their general differences and similiarities, for instance the existence of tense in English but not in Bahasa Indonesia (by being careful not to stuck in 'grammar-translation' method) by comparing several sentences in Bahasa Indonesia with different adverbs of time (e.g. sekarang, besok, kemarin) but with the same verbs (e.g. makan) to their translation in English. This usually helps the students to find out little by little and understand the concept of tenses in English first (and so it goes for other basic rules in English grammar). the writer is also accustomed to display as well as contrast different sentences in different English tenses, thus get students to states their similarities and differences in order to have students see for themselves what and why they are the same, or not the same.
The few examples above show that it is important to put in the students' mind to basically know why and how the two languages are different in answers to their query and confusion. Also, the point here is to make students activate their mind by having them analyze things given by themselves. Hopefully they would feel themselves 'enlightened' and 'bridged' into the language by the guide from the teacher to figyre it out step by step. Then, gradually, students can be guided to draw conclusion and discuss some grammar rules in English by themselves under teacher's monitor, for example concluding the differences among the English tenses; their usage, theircharacteristics, the time signal, and the patterns, in order to make themfamiliar with thinking logically and critically to reach real comprehension of the language, and lead them to be able to use it functionally. The main point here is to lead students to think that their confusion is not because they do not understand the language, but because there are a lot of new things in it that they haven't explored yet. They need to realize this, so that whenever they find problems in the language, they will try to find its solution, instead of running away from it, and creating more confusion.
Tuesday, 23 December 2008
ACCREDITATION
Accreditation
School accreditation is an assessment of activities (assessment) schools systematically and comprehensively through the self-evaluation and external evaluation (to determine the feasibility of the vision and performance in school.
Basic Law school accreditation is: Law. 20 of 2003, Article 60, Government Regulation No.. 19 In 2005, Article 86 & 87 and Decree No Education. 87/U/2002.
The school aims for accreditation:
1. kelyakan determine the level of a school in the delivery of education
2. get an overview about the performance of schools
School accreditation functions are:
1. for knowledge, that is, in order to know how the feasibility of school performance & views from the various elements related to the quality of the books are developed based on indicators of good practice in school.
2. namely accountability for schools that can account for whether the services provided or to meet the aspirations of the people.
3. for the sake of development, namely that schools can conduct increased quality or development based on input from the results of accreditation.
Prinsi-accreditation principles, namely:
1. detached, objective information about the feasibility and performance of schools
2. effective, the results of accreditation to provide information that can be used as the basis for decisions.
3. comprehensive, covering various aspects and comprehensively.
4. memandirikan, schools can improve the quality beupaya says with the self-evaluation.
5. requirement (mandatory), accreditation is done for each school in accordance with school readiness.
Accreditation system has characteristics:
1. focus on the balance between reliability and performance of schools
2. kesimbangan between internal and external evaluation.
3. the balance between the formal determination of the rank and school improvement feedback.
Accreditation school implemented include:
1. Unit educational institutions (kindergarten, elementary, junior)
2. Vocational programs / Specific (SDLB, SMPLB SMIP SMK).
Accredited schools include an assessment of the nine components of the school, namely:
1. curriculum and teaching-learning process
2. administration and management of schools
3. organizational and institutional school
4. facilities and infrastructure
5. ketenagaan
6. financing
7. students
8. the role of the community
9. environment and culture school
each component described in some aspects. From each of the aspects described to the indicator. Based on indicators made items arranged in Self Evaluation Instruments and Instrument Visital.
Implemented through the accreditation procedure as follows:
1. Application request accreditation from the school.
2. Self-evaluation by schools
3. Management of the evaluation results
4. Visitasi by asesor
5. Determination results akrediatsi
6. issuance of certificates and accreditation reports.
In preparing for accreditation, the school perform the following steps:
1. School to apply for accreditation to the Accreditation Agency Province (report)-S / M to SLB, high schools, vocational schools and junior high school or to the Unit Accreditation Agency (Upa) District / City to kindergartens and primary schools of accreditation can be done by the school must obtain the approval or recommendation from the Office of Education.
2. After receiving the evaluation instrument, schools need to understand how to use instruments and perform self-evaluation. If not, schools can do to the consultation report, S / M on the implementation and use of these instruments.
3. Given the amount of data and information needed in the evaluation process itself is quite a lot, the charging instrument before the evaluation, needs to be done collecting the necessary documents as a source of information and data.
Implementing
1.
2.
3. Unit Accreditation Agency (Upa) District / City.
National Accreditation Agency School / Madrasah (BAN-S / M) is a body of strukturalyang non-technically independent and fropesionalyang consists of the elements of community organizations, education providers, universities, and relevant organizations, which have the authority to set policy, standards, systems, devices and nationally accredited.
Results school accreditation form:
1. School Certificate of Accreditation
2. School profile, strengths and weaknesses, and recommendations.
School Accreditation lease is a letter stating the recognition and appreciation to the school on the status and feasibility of the school through the process of measuring and assessing the performance of the school component, school-based standards set BAN-BC to a certain level of education.
Asesor team reports the results of which make the results visitasi, verification notes, and formulate suggestions with the evaluation results will be processed by the BAN-S / M to set the final score and ranking of schools accredited in accordance with the real conditions in schools. The determination of the value end of the rank and akrediatasi done through the plenum BAN-BC accordance with the authority. Plenum determination of the final product must be accredited attended by at least fifty percent plus one (50% + 1)
The period for accreditation for 4 years. Re-accreditation application 6 months before the validity expires. Re-accreditation for the improvement of at least 2 years since the set.
Monday, 22 December 2008
Edensor
Taman Bunga Nusantara

Lirik, Chord, dan Kunci Gitar Lagu
Ingin Lebih Banyak Artikel Bermanfaat? Masukan Emailmu di sini
Google AdSense
Alat Penerjemah
Followers
Blog Archive
-
▼
11
(91)
-
▼
December
(53)
- Promes Kelas V Semester 2 silahkan download di sini
- RPP PKN kelas V semester 2 Download di sini
- RPP Matematika Kleas V Semester 2 silahkan Downlo...
- RPP IPS Kelas V Semester 2 silahkan Download Di ...
- RPP Bahasa Indonesia Kleas V semester 2 silahkan ...
- RPP IPA Kelas V Semester 2 silahkan Download Di ...
- Silabus Kelas V semester 2 silahkan Download Di S...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas V semester 1 da...
- Silabus Kelas VI semester 2 Silahkan Download di ...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas VI semester 2 s...
- Silabus Kelas IV semester 2 silahkan download di ...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas IV semester 2 s...
- Silabus Kelas III semester 2 sillahkan Download d...
- Kriteria Ketuntasn Minimal Kelas III semester 2 s...
- Silabus Kelas II semester 2 silahkan Download di ...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas II semester 2 s...
- Silabus Kelas I semsester 2 Silahkan Download Di ...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas I semester 2 si...
- Promes Bahasa Ingris untuk SD Silahkan Download d...
- Silabus Bahasa Inggris SD semester 2 silahkan dow...
- RPP Bahasa Inggris Kelas I Semester 2 silahkan do...
- RPP Bahasa Inggris Kelas II semester 2 silahkan d...
- RPP Bahasa Inggris Kelas III silahkan Download Di...
- RPP Bahasa Inggris Kelas IV semester 2 silahkan D...
- RPP Bahasa Inggris Kelas V semester 2 silahkan do...
- RPP Bahasa Inggris Kelas VI semester 2 silahkan d...
- Promes Pendidikan Agama Islam Semester 2 silahkan...
- Silabus Pendidikan Agama Islam semster 2 silahkan...
- Kriteria Ketuntasan Minimal Pendidikan Agama Isla...
- RPP Pendidikan Agama Islam Kelas I semester 2 sil...
- RPP Pendidikan Agama Islam Kelas II semester 2 si...
- RPP Pendidikan Agama Islam Kelas III Semester 2 s...
- RPP Pendidikan Agama Islam Kelas IV semester 2 si...
- RPP Pendidikan Agama Islam Kelas V semester 2 sil...
- RPP Pendidikan Agama Islam kelas VI semester 2 si...
- Promes PLBJ Kelas I semester 1 & 2 silahkan downl...
- Promes PLBJ Kelas II semester 1 & 2 silahkan down...
- Promes PLBJ kelas III semester 1 & 2 silahkan dow...
- Promes PLBJ kelas IV semester 1 & 2 silahkan Down...
- Promes PLBJ kelas V semester 1 & 2 silahkan Downl...
- Promes PLBJ kelas VI semester 1 & 2 silahkan down...
- Silabus PLBJ kelas I semester 1 & 2 silahkan down...
- Silabus PLBJ kelas II semester 1 & 2 silahkan dow...
- Silabus PLBJ kelas III semester 1 & 2 silahkan do...
- Silabus PLBJ kelas IV semester 1 & 2 silahkan dow...
- Silabus PLBJ kelas V semester 1 & 2 silahkan Down...
- Silabus PLBJ kelas VI semester 1 & 2 silahkan dow...
- RPP PLBJ kelas I semester 1 & 2 silahkan downloa...
- RPP PLBJ kelas II semester 1 & 2 silahkan Downlo...
- RPP PLBJ kelas III smester 1 & 2 silahkan downlo...
- RPP PLBJ Kelas IV semester 1 & 2 silahkan downloa...
- RPP PLBJ kelas V semester 1 & 2 silahkan downlo...
- RPP PLBJ kelas VI semester 1 & 2 silahkan downlo...
-
▼
December
(53)